Reorientasi Pendidikan Indonesia

0

“Dunia pendidikan, saat ini, seolah telah menjadi Jumud. Ada satu fase ke-Jumud-an yang luar biasa ditandai dengan rutinitas guru dan murid,” Kata Ahmad Taufiq selaku Ketua umum PC IKAPMII Jember dan Wakil Ketua Tanfidziah PCNU Jember. Pernyataan itu disampaikan beliau pada agenda kajian dan diskusi telaah Pendidikan Kapitalisme yang diselenggarakan oleh Komisariat PMII Universitas Jember, Rabu, 04 Maret 2020.

Ahmad Taufiq menyatakan bahwa Pendidikan Indonesia saat ini telah menjadi limbah industri yang mencetak manusia-manusia mekanik akibat pendekatan market oriented yang menjadi fokus utama. Ia menyatakan bahwa lembaga pendidikan selayaknya mencetak manusia-manusia otentik yang ditandai dengan kekayaan transformasi sosial ketimbang menjadikan manusia yang siap kerja. Apabila pendidikan Indonesia hanya bertujuan menyiapkan masyarakat untuk menyambut bursa kerja, akan menyebabkan degradasi akhlaq dan dehumanisasi dalam kehidupan sosial.

Dalam kajian tersebut, Ahmad Taufiq menyampaikan optimisme yang tinggi terhadap inovasi Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat ini, Nadhiem Makarim.

“Nadhiem berupaya melepaskan ilmu dari belenggu sistem yang menyebabkan dehumanisasi karakter manusia,” Ungkapnya.

Hal sederhana yag menjadi bukti orientasi tersebut adalah perubahan istilah “Jam Pelajaran” manjadi “Jam Kegiatan”. Perubahan istilah ini merupakan simbol komitmen bahwa pendidikan tak hanya tentang pembelajaran di dalam kelas, namun juga kegiatan-kegiatan lain yang menunjang pemahaman teoritis melalui praktik. Ahmad Taufiq menekankan pada adanya pembelajaran berbasis kehidupan yang menjadikan semesta sebagai sekolahnya.

Ahmad Taufiq juga menyampaikan kritik terhadap kinerja pendidikan saat ini. “pendidikan menjalankan proses akademik secara tidak total, hanya rutinitas saja,” Paparnya. Rutinitas yang dimaksud  adalah bagaimana proses belajar-mengajar hanya diilhami sebagai kegiatan menggugurkan kewajiban. Padahal, proses pendidikan harus menekankan pada bagaimana seseorang mampu meningkatkan akhlaq dan perilaku terhadap sesama sehingga seseorang bisa menyebarkan kebermanfaatan yang luas.

Pendidikan merupakan pilar kemajuan suatu negara. Lembaga sosial pendidikan harus menjadi lahan tranformasi sosial, bukan reproduksi sosial. Itu yang menjadi fokus pendidikan Indonesia saat ini.

“Bagaimana meningkatkan output pendidikan sebagai penggerak masyarakat adalah suatu tantangan besar yang sebenarnya sudah kita lakukan. Hanya kadang, kita kurang istiqomah dan serius dalam menggarapnya,” ulas Ahmad Taufiq.

Sumber: tondano.org

Share.

About Author

Redaktur pelaksana website PC IKA-PMII Jember. IKA PMII Jember Merupakan wadah bagi alumni dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia untuk wilayah Jember dan Sekitarnya

Comments are closed.