Komitment Membangun Indonesia

0

RELEASE
REFLEKSI KEBANGSAAN 60 TAHUN PMII MENGABDI UNTUK NEGERI
(17 April 1960-17 April 2020)

Bismillahirrahmanirrahim

Bahwa PMII lahir dan didirikan untuk terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya serta komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Sehubungan dengan itu, prinsip dan tegaknya  Islam kebangsaan di Indonesia adalah sebuah keniscayaan. Hal itu sekaligus ingin memberikan penegasan bahwa Islam-Kebangsaan bagi PMII merupakan nilai dan komitment untuk membangun Indonesia yang damai, toleran, dan bermartabat.

Bertolak dari hal tersebut, pada momentum 60 tahun PMII ini, beberapa hal yang perlu disampaikan, sebagai suatu refleksi kebangsaan.

Pertama, bahwa PMII merupakan organisasi kader yang memiliki wajah pergerakan dan pengabdian sekaligus. Sebagai bentuk wajah organisasi yang mencirikan karakternya sebagai organisasi pergerakan dan pengabdian, maka kader-kader PMII seyogyanya aktif dan progresif dalam mengambil inisiasi perubahan yang lebih baik bagi bangsa ini, sembari diniati bahwa pergerakan untuk perubahan itu adalah bentuk pengabdian yang tinggi bagi bangsa yang kita cintai dan kita syukuri sebaga anugerah Allah subhanahu wata’ala.

Kedua, pentingnya memantik dan menghidupkan secara terus-menerus di tubuh PMII dalam mengembangkan visinya untuk taat pada komitmen politik kebangsaan. Bersamaan dengan itu, komitmen untuk memegang teguh politik kebangsaan tersebut merupakan manifestasi luhur bagi karakter PMII untuk senantiasa menjunjung tinggi sikap kenegarawanan di tengah tarik-menariknya politik yang terjadi secara luar biasa di negara kita saat ini.

Ketiga, PMII sebagai organasisasi pergerakan dan sebagai salah satu organisasi ekstra mahasiswa yang berada di garda depan reformasi 1998, harus memiliki tanggung jawab untuk mengawal demi tercapainya reformasi. Bahwa cita-cita reformasi terbentuk masyarakat sipil yang kuat dan dewasa, serta proses penyelenggaraan negara yang jauh dari sikap koruptif tetap harus dilakukan. Oleh karena itu, menjaga dan mengembangkan secara terus-menerus kritisisme dan inklusivitas adalah keniscayaan bagi PMII.

Keempat, hal yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana PMII di segala levelnya, selalu adaptif dan mampu berada di garda depan dalam rangka mengambil inisiasi strategis untuk turut serta dalam mengambil peran strategis dalam kondisi apapun bangsa. Termasuk dalam hal ini adalah ikut ambil bagian peran strstegis dalam program ‘penanganan’ covid-19, yang itu sekaligus harus dibarengi dengan kemampuan memberikan pencerahan di tengah selubung gelap atas kondisi yang terjadi. Tentu kondisi bangsa yang dilanda ketakutan dan kecemasan, jelas akan berakibat pada tidak produktifnya bangsa itu, yang berangsur-angsur akan mengalami keterpurukan.

Demikian refleksi kebangsaan pada 60 tahun PMII. Semoga PMII senantiasa di garda depan dalam menjaga kritisisme dan mengambil inisiasi strategis bagi bangsa ini.

Dirgahayu PMII ke-60
Jayalah PMII!
Jayalah Indonesia!

Wallahulmuwaafiq ilaa aqwaami thariiq

Jember, 16 April 2020

Ttd

Dr. Akhmad Taufiq, S.S., M.Pd.
Ketua Umum IKAPMII Jember 2016-2021
Ketua Umum PMII Jember 1998-1999

Share.

About Author

Redaktur pelaksana website PC IKA-PMII Jember. IKA PMII Jember Merupakan wadah bagi alumni dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia untuk wilayah Jember dan Sekitarnya

Comments are closed.