Dewan dan Polisi Datangi Lokasi Irigasi Pabrik Semen Imasco

0

Perubahan saluran irigasi oleh Pabrik Semen Imasco di Kecamatan Puger telah memicu polemik berkepanjangan yang berlangsung hingga dua tahun ini.

Kepala Kepolisian Resor Jember AKBP Aris Supriyono bersama Ketua Komisi B Siswono dan Ketua Komisi C David Handoko Seto ke lokasi tersebut pada Kamis, 12 Maret 2020.

“Untuk mengetahui kondisi riil disana, bahwa Imasco masih melakukan pengerukan sudah pengubahan irigasi,” beber Siswono kepada media.

Dampak perubahan irigasi itu membuat petani sekitar terbelah sikapnya. Ada yang setuju lantaran menjalin kesepakatan, dan sebagian petani memilih ‘melawan’ sikap pabrik semen Imasco.

Siswono menilai, banyak masalah yang terjadi sejak awal. “Imasco tidak punya ijin dari Provinsi Jatim, hanya dapat rekomendasi dari PU Bina Marga Jember tahun 2018,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, Siswono menjelaskan seharusnya Imasco melanjutkan ke tahap meminta persetujuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelum mengalihkan irigasi.

“Dari PU Bina Marga Jember itu hanya sebagai landasan untuk melanjutkan (ijin) bukan untuk mengalihkan saluran,” urainya.

Kendati demikian, Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dan sekitar 6 kelompok tani setempat mendukung Imasco.

Dalam surat permohonan audiensi ke Bupati Jember Faida, mereka yang setuju dengan Imasco bersikap menentang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengadvokasi petani yang menolak perubahan irigasi.

Surat itu dilayangkan bertepatan dengan aksi unjuk rasa PMII yang berujung bentrok dengan kepolisian dan membuat 6 aktivis masuk rumah sakit, Senin 9 Maret 2020.

Mereka menyebut, PT Semen Imasco Asiatic bakal memberi sejumlah kompensasi hingga insentif kepada HIPPA sehingga setuju perubahan irigasi.

Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Jember Gatot Triyono belum mengetahui apakah petani yang pro Imasco sudah bertemu Bupati Faida. “Belum monitor, masih diluar kota,” kilahnya.

Sedangkan, kelompok petani yang menentang perubahan irigasi masih terus melakukan upaya penolakan.

Menurut Kepala Desa Puger Kulon Nur Hasan, pihak yang menolak memang paling terdampak lahan sawah mereka.

“Jika musim kemarau tidak kebagian air. Saat musim hujan airnya meluap kebanjiran,” beber mantan polisi yang karirnya banyak di bidang reserse dan kriminal ini.

David Handoko Seto menambahkan, akan digelar rapat gabungan untuk mengurai masalah yang berkaitan dengan Imasco.

Bakal dimintai keterangan dari pihak seperti Balai Sumber Daya Air, Dinas PU Bina Marga dan SDA, serta Bagian Hukum Pemkab Jember.

“Juga akan kami cek kemungkinan ada penggunaan APBD Jember berkaitan dengan pengubahan irigasi,” ucap David.

Sedangkan AKBP Aris Supriyono belum berkomentar mengenai kegiatan sidak bersama DPRD.

Ia belum membalas pesan singkat yang meminta klarifikasi dan konfirmasi kepadanya.

Sebelumnya, Li Jun yang hanya bisa berbahasa Mandarin mewakili PT Semen Imasco Asiatic datang dalam hearing dengan DPRD pada Rabu, 11 Maret 2020.

Li Jun melalui penerjemahnya bernama Petrus menyebut perubahan irigasi supaya tidak lagi melewati area privat pabrik semen.

“Akan kami berikan nanti surat rekomendasi dari PU Bina Marga Jember,” ucap Petrus.

PT Semen Imasco Asiatic juga menyewa lahan seluas total 1,2 hektare ke PTPN XI untuk sebagian lokasi pabrik dan akses jalan.

Staf Hukum PTPN XI Yudho Rahadityo Utomo mengakui tentang penyewaan lahan milik negara tersebut.

Namun, Yudho tidak mau mengungkap biaya sewa meski ada yang menyebut Rp4,5 miliar selama 5 tahun.

“Konfidensial kalau itu, karena terkait kerahasiaan perusahaan dan terikat kesepakatan dengan PT Semen Imasco Asiatic,” sergahnya.

Yudho hanya membuka tentang rencana pabrik semen itu bakal menambah luasan lahan negara untuk disewa.

“Ada di Grenden, bekas lori yang jadi satu akses. Tapi belum diukur,” bebernya.

Sumber: nusadaily.com

Share.

About Author

Redaktur pelaksana website PC IKA-PMII Jember. IKA PMII Jember Merupakan wadah bagi alumni dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia untuk wilayah Jember dan Sekitarnya

Comments are closed.