Tidak Setiap yang Ngaku NU Menghendaki Kejayaan NU

0

KH Ali Maksum menjadi Rais Aam di masa yang sulit, transisi kepemimpinan pasca wafatnya KH Bisri Syansuri dan transisi politik di tengah dominasi orde baru. Tidak semua langkah NU selalu serasi dengan pemerintah, bahkan seringnya berseberangan. Orde baru juga mengebiri NU dan jaringannya, sehingga KH Ali Maksum betul-betul berada di tengah kepemimpinan serba sulit.

Alhamdulillah, akhirnya beliau bisa melewati itu, bahkan menorehkan jejak sejarah besar dalam NU.

Banyak pesan yang disampaikan Kyai Ali dalam berbagai acara NU, salah satunya adalah amanatnya pada pidato Musyawarah Kerja Ma’arif NU se-Indonesia di Jakarta, Sabtu 9 April 1983. Sebagai Rais ‘Aam PBNU, KH Ali Makshum menyampaikan beberapa hal. Termasuk di akhir mauidzoh beliau menyampaikan 3 (tiga) amanat dan harapan:

  1. Ciptakanlah berbagai bentuk orang NU, namun mempunyai pengertian yang sama tentang NU.
  2. Sadarkanlah, bahwa NU merupakan warisan yang kita nikmati habis (senikmat-nikmatnya-red), tetapi merupakan amanat leluhur yang harus kita serahkan kepada anak-cucu secara utuh dan murni.
  3. Waspadalah, bahwa tidak setiap orang yang mengaku NU di hari ini mesti menghendaki kejayaan NU. Meski kita tidak harus berburuk sangka terhadap teman sendiri.

Tiga amanat Kyai Ali ini masih relevan hingga sekarang. Semoga kita semua mampu meniru dan melanjutkan perjuangan beliau di era teknologi saat ini. (madun/bangkitmedia.com)

Sumber: assalafi.id

Share.

About Author

Redaktur pelaksana website PC IKA-PMII Jember. IKA PMII Jember Merupakan wadah bagi alumni dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia untuk wilayah Jember dan Sekitarnya

Comments are closed.