JFC Perlu Akomodasi Nilai Lokal agar Harmonis

0

Jember Fashion Carnaval dapat dikatakan merefleksikan kehidupan masyarakat Kabupaten Jember dan Indonesia.

Namun kegiatan itu sebaiknya mengakomodasi aspek lokal Jember.

“JFC adalah keniscayaan yang kehadirannya mampu memberikan gairah baru bagi kehidupan masyarakat Jember dan Indonesia yang sedang berubah,” kata Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Kabupaten Jember Akhmad Taufiq, Kamis (8/8/2019).

Menurut Taufiq, JFC adalah sebuah proses transformasi kultural yang perlu diakui keberadaannya. “Meskipun demikian, pentingnya mempertimbangkan dan mengakomodasi sepenuhnya nilai-nilai yang dianut masyarakat lokal adalah juga suatu keniscayaan,” katanya.

“Globalitas bagaimanapun tetap harus mempertimbangkan dan mengakomodasi nilai-nilai lokal tersebut. Dengan demikian, JFC ke depan tetap eksis dan harmoni, tanpa kontroversi,” kata Taufiq.

JFC adalah karnaval fesyen di atas jalan raya sepanjang 3,6 kilometer dan diikuti 600 orang model yang berasal dari warga biasa. Tahun ini adalah tahun ke-18 penyelenggaraannya. Kontroversi JFC terbaru adalah adanya anggapan karnaval itu mempertontonkan aurat secara vulgar di ruang publik. Keresahan ini memicu dilakukannya forum mediasi antara tokoh ormas dengan Pemerintah Kabupaten Jember, yang kemudian berhasil melahirkan beberapa kesepakatan bersama.

Sumber: beritajatim.com

Share.

About Author

Redaktur pelaksana website PC IKA-PMII Jember. IKA PMII Jember Merupakan wadah bagi alumni dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia untuk wilayah Jember dan Sekitarnya

Comments are closed.