Tambang Emas Silo: PKC PMII Jatim Kecam Kepala Dinas ESDM Jatim

0

Ketua PKC PMII Jatim mengecam pernyataan kepala Dinas ESDM Jatim terkait rencana eksploitasi tambang emas Silo Jember.

Ketua PKC PMII Jawa Timur Abdul Ghoni menyayangkan pernyataan kepala dinas ESDM Jawa timur, Setiajit, yang menyatakan bahwa kandungan emas di blok silo Jember memiliki potensi yang lebih besar dari tumpang Pitu Banyuwangi, oleh karena itu Setiajit akan melobi bupati Jember untuk mengeksekusi izin ekploitasi di kecamatan Silo tersebut.

Setiajit menambahkan bahwa penolakan warga silo dikarenakan ketidaktahuan akan banyaknya manfaat yang akan didapat apabila kekayaan emas tersebut dieksploitasi demi kemakmuran bersama. (Dikutip dari Viva.co.id Kamis 22 November 2018)

Merespon pernyataan tersebut, Abdul Ghoni selaku ketua Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia Jawa Timur (PMII JATIM), mengecam pernyataan setiajit yang tidak mengerti mengenai situasi terkini di masyarakat Silo:

“Perlawanan masyarakat silo tersebut telah berlangsung turun temurun dan sangat terorganisir, penolakan akan eksploitasi tambang emas di silo didasarkan pada kajian ekologis yang cukup mendalam, masyarakat tani disana amat memahami apabila operasi pertambangan tersebut dilangsungkan maka akan ada privatisasi atas sumber mata air yang selama ini mengaliri persawahan petani, belum lagi ancaman limbah dan penghancuran sumber-sumber agraria yang ada di sekitar”, tegas putra asli Sampang tersebut.

Abdul Ghoni menambahkan, apabila kepala dinas ESDM, setiajit, masih terus menerus ikut campur dalam perkara izin eksploitasi tambang emas di silo, maka PKC PMII JATIM tidak akan segan-segan untuk menggeruduk kantor dinas ESDM JATIM dengan mengerahkan ribuan kader PMII di seluruh Jawa Timur. Karena ini sudah berkaitan dengan hajat hidup orang banyak yang terancam oleh kerakusan korporasi.

sumber: pmiinews.com

Share.

About Author

Redaktur pelaksana website PC IKA-PMII Jember. IKA PMII Jember Merupakan wadah bagi alumni dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia untuk wilayah Jember dan Sekitarnya

Comments are closed.